"Potensi
Lokal Desa Merente"
Pada hari
ini Tanggal 15 Desember 2020 team KKN Online Sinergi Fakultas Teknobiologi
Universitas Teknologi Sumbawa mengadakan Kegiatan webinar promosi Desa Marente dilakukan secara Online
menggunakan aplikasi Google meet. Dimana kegiatan ini diihadiri oleh siswa
serta mahasiswa dari berbagai daerah di luar pulau Sumbawa. Dalam kegiatan
webinar promosi Desa Marente mengusung tema "potensi Lokal Desa
Marente" dengan menyampaikan poin penting diantaranya yaitu potensi
desa seperti potensi pariwisata serta potensi hasil bumi. Dimana dalam
pemaparan kegiatan webinar ini menyampaikan poin penting serta diselingi oleh
program kerja yang dilakukan oleh teman-teman KKN Sinergi Fakultas
Teknobiologi, Universitas Teknologi di Desa Marente. Ada pun Tujuan dari
webinar ini yaitu untuk memperkenalkan desa marente dan pontensi nya yang ada
di desa marente.
Potensi dari Desa
Marente yang berlimpah seperi potensi pariwisata serta potensi hasil bumi yang
menjadi kebanggaan dari masyarakat Desa Marente. Dan juga potensi-potensi
tersebut yang membuat para pecinta alam serta para wisatawan menjadi tertarik
akan keindahan serta potensi yang berada di Desa Marente ini. Dimana terdapat
air terjun agal yang menjadi Ikonik wisata air terjun terkenal di daerah
Sumbawa. Keunikan dari air terjun agal ini memiliki 10 tingkatan dengan
ketinggian yang berbeda-beda serta memiliki kolam penampungan air yang biasanya
digunakan untuk berendam atau bermain air oleh para pengunjung.
Selain air terjun agal masih banyak air
terjun lainnya terdapat di sekitar
dikawasan hutan marente seperti air terjun Saketok, Sabra, Rangala, Sabata,
Brang Dalap, Talbir dan Batu Payung. Hanya dua air terjun agal dan saketok saja
yang sering dikunjungi oleh pengunjung, selebihnya dikarenakan perjalanan
menuju air terjun lainnya sangat jauh dari desa marente.
Selain air terjun agal
terdapat pula potensi hasil bumi di Desa Marente yaitu Madu Trigona sp.
Dimana didaerah Sumbawa ada beberapa peternak madu yang menggunakan lebah genus
Trigona sp sebagai lebah penghasil madu. Madu yang di hasilkan oleh
lebah genus Trigona sp ini memiliki perbedaan dari segi warna serta rasa
dengan jenis madu yang sering dikonsumsi masyarakat pada umumnya. Madu yang
dihasilkan oleh lebah genus Trigona sp terdapat di dalam Hutan Desa
Marente, dimana lebah tersebut membuat sarang serta pakai yang didapatkan
berasal dari hutan. Keunikan dari jenis madu yang dihasilkan oleh lebah Trigona
sp akan menjadi nilai jual dari potensi hasil bumi ataupun potensi pariwisata
dari Desa Marente.
Lebah Trigona umumnya
mempunyai ukuran tubuh berkisar antara 1,8mn-13,5mm. tubuh berwarna kegelapan,
terdapat sepasang sayap depan dan belakang pada toraks. Pada bagian kepala terdapat mata majemuk, mata ocelli yang berfungsi dalam mengatur sensitifitas
cahaya, dan antena yang berbentuk filiform. Lebah Trigona ditemukan
bersarang pada tempat-tempat berlubang seperti batang kayu, lubang pohon, dan
celah dinding rumah. pintu masuk sarang terbuat dari resin tumbuhan yang bercampur
dengan tanah dan lumpur, dengan bentuk dan warna yang berbeda tergantung dari
spesies. Sarang merupakan tempat bagi koloni lebah untuk berlindung, menyimpan
makanan dan berproduksi.
Dokumentasi :
Penulis : Megawati Amir
Editor : Annisa’u
Nazhifah Qolbi
Komentar
Posting Komentar